Minggu, 22 Maret 2009

Kelapa


Kelapa adalah salah satu cemilan kesukaan suami. Biasanya sesuatu yg ada kelapanya, misalnya snack bar, kuker, softdrink ato cocktail (pinacolada) pasti akan dicicipinya. Terkadang di pasar malam X'mas atau saat ada pesta Musik Mai dikota kami, ada seorang penjual kelapa. Org itu memotong daging kelapa tua sebesar kira² 4 cm² dan dijual seharga $ 1. Jika kebetulan kami berkunjung ke pasar malam ini, suami selalu membeli bbrp potong kelapa. Entah kenapa suami saya lebih menyukai memakan kelapa tua daripada kelapa mudah. Dia berkata bhw daging kelapa muda rasanya aneh, dia hanya suka minum airnya saja.

Ceritanya weekend lalu dia membeli sebutir kelapa dari S'market. Seumur hidup dia belum pernah membeli kelapa utuh ( tanpa sabut ) dan tertarik utk membukanya sendiri. Saya hanya bisa meringis kecil krn tahu kerepotan apa yg akan kita hadapi nanti. Setelah beberapa hari sang kelapa tergolek dgn tenangnya di pojokan dapur akhrinya sabtu kemarin barulah kita berencana utk membukanya. Saya sempat surfing di internet dan mendapatkan website ini , sepertinya terlihat sangat mudah. Kita memutuskan utk memakai metode ke 2 dari film tersebut. So...let's we try.
Kelapa diletakkan di tangan kiri dan bagian lancip dari palupun siap diketukkan. Ternyata o ternyata, batok kelapa yg kita beli sangat keras sekali, tdk semudah di film yg kita lihat. Dgn memberikan sedikit jampi² dan ditambah dgn kekuatan tenaga dalam akhrinya sebagian batok kelapa bisa dibuka. Kesulitan keduapun dimulai, yaitu utk mengorek sang daging keluar dari sang batok. Ealaaah....syuseh bow, kenapa di film itu terlihat sangat mudah ya ? Akhirnya uwe mulai kehilangan kesabaran utk mencongkel daging kelapa dan memutuskan utk membuangnya. Mau tdk mau saya yg harus turun tangan, sayang dunk klo dibuang. Wong sdh susah payah utk membukanya masak mo dibuang begitu saja. Modal utk mencongkel kelapa adalah waktu dan ketelatenan.

Yipiiieee....akhrinya semua daging kelapa bisa terkumpul, sebagian saya berikan kepada suami, sebagian lagi adalah upah saya. Tentu saja saya harus merendamnya terlebih dahulu krn rasa daging kelapanya agak keras. Sore harinya saya mencoba menggunakan air kelapa utk membuat adonan kue mangkuk gula merah tanpa tape singkong ( disini, mau cari tape dimana..??? ). Sebagai pengganti tape, saya gunakan ragi instant dan baking soda. Utk cetakan saya gunakan tatakan telur sarapan pagi, toh bentuknya agak² mirip cetakan kue mangkuk. Rasa dari kue ini menurut ya....mmm....ok lah, masih bisa dimakan tapi tidak bisa menyamai rasa kue mangkuk yg menggunakan tape singkong.



2 komentar:

Anonim mengatakan...

Jadi inget tukang kelapa langgananku di Cimahi :(



nug

Rosy mengatakan...

Salam kenal mbak...potona cakep..resepnya menggiurkan, klop dweh.