Beberapa tahun yg lalu saya pernah membuat otak² dimana resepnya mencontek dari tabloid Nova. Rasa otak²nya lumayan, hanya saja rasa ikannya kurang menendang. Nah, kali ini saya mencoba lagi tetapi komposisi resep saya ubah. Menurut saya rasa otak²nya sekarang sudah lebih enak. Tetapi jika anda mau lebih terasa ikannya tentu saja jumlah ikan bisa ditambahkan.
Bahan:
700 gr filet ikan
150 gr tepung sagu
1 sdt garam (bisa lebih)
1/2 sdt gula (bisa lebih)
3 helai daun bawang, iris tipis ( tip dari saya)
1/2 sdt lada bubuk (tip dari saya)
100 ml santan
1 butir telur uk besar
Daun pisang utk membungkus
Cara membuat:
1. Haluskan/hancurkan ikan hingga lembut.
2. Campur semua bahan, aduk rata.
3. Utk mengetahui apakah rasanya sudah ok, saya menggoreng sedikit adonan.
4. Bungkus adonan dgn daun pisang. Setelah ini anda bisa langsung membakarnya atau bisa juga dikukus terlebih dahulu, baru kemudian dipanggang.

Saus kacang:
4 sdm kacang mede (bisa pakai kacang tanah, hanya saja dilebihkan sedikit)
250 ml air matang/hangat
3 sdm saus lumpia botolan
2 sdm saus tomat
1 sdm saus cabai
garam dan gula secukupnya
1 sdm cukaCara membuat:
1. Blender kacang dan air hingga halus.
2. Campur semua bahan kecuali cuka. Masak dgn api sedang hingga benar² tercampur dan sedikit mengental. Tuang cuka. Cicipi apakah rasanya sudah sesuai selera.
Waktu saya membuat ketan serundeng ternyata menyisakan ketan yg cukup lumayan. So....berhubung orang rumah tidak menyukai ketan (krn lengket sekali katanya), akhirnya sisa ketan saya bikin menjadi uli. Kebetulan saya masih punya kelapa segar. Sebenarnya saya lebih suka jika Uli bakar dimakan bersama tape ketan hitam. Sayangnya saya tidak punya, jadi si Uli bakar saya makan (klo kata orang betawi mah, dicocol ) dgn serundeng kelapa yg dicampur dgn sedikit gula pasir. Suer.....enak loh, apalagi setelah menggigit uli trus kita menyeruput teh hangat. Cocok deh utk mengusir hawa dingin yg datang beberapa hari terakhir ini.
Bahan:
300 gr Ketan, rendam min 1 jam
170 - 200 ml air
1 lembar daun pandan
1 sdt garam (bisa lebih)
100 gr Kelapa parut
Cara membuat:
1. Aroni ketan hingga setengah matang.
2. Sementara itu masak air, daun pandan dan garam. Matikan api
3. Masukkan ketan aron ke dalam air, aduk rata. Biarkan hingga air menyusut dan kering sambil sesekali ketan di aduk.
4. Kukus kembali ketan hingga matang. Anda bisa juga mengukus kelapa parut sekalian.
5. Selagi ketan masih panas, campur dgn kelapa dan dihaluskan/ditumbuk ( sebelumnya cicipi apakah rasa garam sudah cukup). Setelah itu cetak uli, biarkan hingga dingin. Uli siap utk dipotong sesuai selera.
6. Panggang uli hingga kecoklatan. Uli siap utk di santap.
Masih ada sisa tempe dikulkas. Yg termudah dan cukup sehat adalah dimasak menjadi tempe oseng. Saya buka kulkas utk mengecek bahan² lainnya, alhamdulilah semuanya ada dirumah. So....saya sudah tdk sabar utk makan tempe oseng pakai petai. Sambil memasak tempe saya bebenah deh...ceritanya supaya nanti bisa makan yg banyak, kan capek loh setelah bebenah..(hi..hi..hi...cari alasan deh).
Bahan.
1 Tempe, potong kecil²
4 cabai hijau, iris serong (klo tdk suka pedas, bijinya bisa dibuang)
1 paprika, iris sesuai selera
6 siung bawang merah atau 1 bawang bombay, iris tipis
2 siung bawang putih, iris halus
1 butir tomat matang, potong²
beberapa butir petai, iris sesuai selera
4-6 sdm kecap manis (bisa lebih)
2 sdm kecap asin
garam dan gula secukupnya
sedikit minyak utk menumis
air
Cara membuat:
1. Panaskan wajan, tumis bawang merah dan putih hingga harum. Masukkan cabai dan paprika, aduk² sebentar.
2. Setelah itu masukkan tomat dan petai, aduk² sebentar. Disusul dgn tempe, juga aduk² sebentar.
3. Masukkan kecap manis dan asin, aduk rata. Tuang air, garam dan gula. Kecilkan api sedikit, tutup wajan sambil diganjal dgn sodet atau centong kayu.
4. Sesekali aduk oseng tempe. Jika air kuah sudah tinggal setengahnya, cicipi apakah rasa sudah sesuai selera. Masak hingga air tinggal sedikit. Voila....selesai.
Akhirnya....saya berani mencoba memasak rendang dgn bumbu olahan sendiri. Seperti yg saya tulis di posting nasi kuning, bhw saya membuat rendang ini krn suatu saat kita ingin mengundang Ulli dan Ewa utk mencoba masakan kami ini.
So....dgn niat yg bulat dan bahan² yg dibutuhkan pun sdh siap, akhirnya dimulailah petualangan ini. Saya tahu bhw resep rendang ini bukan resep rendang original tetapi resep rendang ala anak rantau dgn bumbu² yg mudah terjangkau. Sengaja saya tidak memakai banyak santan, bukan krn pelit loh tetapi krn alasan kesehatan. Alhamdulilah....rupanya rasa rendang ini lumayan lezat dan saya siap membagi resep ini kepada Ewa dan Ulli yg kebetulan menyukai masakan pedas.
Bahan:
1 kg daging (saya pakai daging utk semur )
150 gr cabai merah besar (buang sebagian besar bijinya)
2-3 butir bawang bombay uk telur besar (klo bisa yg warna merah)
3-5 siung bawang putih
3 iris lengkuas (1 iris bisa dihancurkan bersama bumbu)
2 iris jahe
1 sdt kunyit bubuk
1-2 sdt paprika bubuk (optional)
3-4 lembar daun jeruk
3-4 lembar daun salam
1-2 batang serai, ambil bag putihnya, iris²
garam dan gula secukupnya
3 sdm minyak utk menumis
750 ml santan siap pakai (dlm kotak)
250 ml air panas
Cara membuat:
1. Iris daging dgn ketebalan kira² 1 cm.
2. Blender atau haluskan semua bahan bumbu kecuali daun jeruk, daun salam dan 2 iris lengkuas (dikeprek-keprek).
3. Panaskan wajan, tumis semua bumbu hingga harum. Kemudian masukkan daging, masak dgn api besar sambil terus diaduk² hingga pori² daging tertutup (kalau pakai api kecil, daging akan mudah mengeluarkan air).
4. Tuang air panas dan 250 ml santan. Beri garam dan gula, masak sebentar hingga mendidih kemudian kecilkan api. Masak dgn api kecil hingga kuah tinggal setengahnya ( tutup penggorengan dan diganjal dgn sodet/centong kayu sambil sesekali diaduk), cicipi apakah rasa sdh sesuai selera.
5. Setelah itu tuang sisa santan, masak lagi dgn api kecil hingga kuah mencapai kekentalan yg anda inginkan.
6. Saya anjurkan utk menyantap rendang keesokan harinya krn bumbu akan lebih meresap ke dalam daging dan semakin dipanaskan warna kuah akan semakin merah kecoklatan dan lezat rasanya.
Nasi kuning ini sebenarnya saya masak di akhir bulan Mai. Bermula dari acara pertemuan kita dgn Ulli dan Ewa. Ulli adalah sepupu dari suami sedangkan Ewa adalah pasangannya yg berasal dari Polandia tetapi sudah sangat lama tinggal di sini. Mereka berdua sangat menyukai traveling, terutama ke daerah yg hawa panas, mulai dari Afrika hingga Asia. Selain itu Ewa mempunyia hobby memasak terutama masakan negara yg pernah mereka kunjungi, salah satunya adalah India dan Thailand.
Ceritanya ketika akan pamit pulang mereka bertanya kepada saya, bagaimana jika suatu saat saya mengundang mereka dgn acara masakan Indonesia. Saya tdk bisa menolaknya dan berjanji suatu hari akan mengundang mereka utk mencicipi masakan Indonesia.

So....bbrp hari kemudian saya mencoba utk membuat rendang dan nasi kuning. Setelah semua selesai, malam harinya saya meminta uwe utk mencoba masakan ini. Wealaaah....dia yg tadinya berniat tdk mau makan malam banyak ternyata malah menambah porsinya. Tidak disangka akhirnya saya mau mencoba membuat rendang dgn bumbu olahan sendiri. Hasilnya ternyata lebih enak dari bumbu siap pakai.
Nasi kuning saya bikin seperti membuat nasi uduk, hanya saja saya hilangkan lengkuas dan jahe serta menambahkan daun jeruk. Kalau ingat kejadian 3 tahun yg lalu, saya jadi malu sendiri. Dahulu saya memakai bumbu jadi hanya utk membuat nasi kuning. Tetapi sekarang saya berusaha utk mengurangi pemakaian bumbu jadi selama saya bisa membuatnya sendiri. Ah...ya, saya membuat nasi kuningnya versi mudah, tanpa dikukus alias dgn microwave. Seperti biasa jika anda membuatnya cukup banyak, saya anjurkan utk menggunakan rice cooker.
Bahan:
1 cangkir beras
2 cangkir santan (bisa campur 1/2 santan kotak dan air)
2 lembar daun salam
1 lembar daun pandan, potong²
1 lembar daun jeruk
1 batang sereh, keprek²
garam secukupnya.
Cara membuat:
1. Masak santan dan rempah² dgn api sedang hingga matang.
2. Cuci beras dan masukkan kedalam rebusan santan. Masak hingga santan mengering (jgn terlalu sering diaduk nanti nasi bisa benyek)
3. Jika santan hampir kering, angkat dari api, biarkan agak dingin sambil sesekali diaduk.
4. Nasi aron siap dimasukkan kedalam microwave. Jika sdh matang, aduk nasi sebentar supaya bagian bawahnya tdk basah.
So....berhubung kemarin saya membuat cakwee, lalu saya jadi tertarik utk membuat bubur ayam. Pasti enak untuk disantap di pagi hari. Untung saja kemarin saya sempat menyisihkan beberapa potong cakwe karena ternyata suami saya menyukainya.
Beras saya rendam sebentar untuk mempercepat proses merebus. Ternyata rasa bubur ayam ini sangat enak apalagi saya merebusnya dgn menggunakan air kaldu ayam buatan sendiri . Jika tidak ada, anda bisa mendapatkannya dgn merebus ayam (sebagai teman makan bubur) terlebih dahulu.

Bahan:
1 cangkir beras
1 - 1,5 L air / kaldu (bisa lebih)
1 siung bawang putih, cincang halus
sepasang dada ayam uk sedang
1-2 lembar daun salam
sedikit lada
garam secukupnya
1 sdm minyak
Pernak-pernik bubur:
cakwee, iris tipis
daun seledri, iris halus
bawang goreng
tongcai
kecap asin dan sambal
kerupuk
Cara membuat:
1. Tumis bawang putih hingga harum. Masukkan dada ayam lalu tuang air, beri garam dan lada. Masak sebentar hingga air mendidih, cicipi apakah rasa sdh ok. Masak ayam hingga matang. Angkat dan sisihkan.
2. Masukkan beras ke dalam air bekas rebusan ayam. Beri daun salam. Masak hingga menjadi bubur. Jika air kurang bisa anda tambahkan.
3. Sementara itu, goreng dada ayam hingga kecoklatan. Voila....bubur siap dihias.
Tak terasa blog Ida's Kitchen sudah berumur 2 tahun dan alhamdulilah tempat nangkringnya masih gratis. Oleh karena itu saya berusaha untuk memposting kue perayaan eksistensi dari blog ini, dimana pilihan jatuh kepada Sachertorte tapi yg bentuknya mini (loyang uk 20 cm). Menurut saya untuk membuat Sachertorte itu membutuhkan waktu dan kesabaran, tetapi hasil dari jerih payah semua itu akan menghasilkan rasa kue yg cukup lezat dan moist. Saya anjurkan utk memakan Sachertorte ini keesokan harinya krn rasanya akan menjadi lebih enak. Trus....jika kue baru keluar dari dalam kulkas, biarkan utk beberapa menit di suhu ruangan baru setelah itu kue siap utk disantap.
Bahan Kue:
65 gr Butter
60 gr DCC (70%), hancurkan/haluskan
25 gr gula halus
4 butir kuning telur
4 butir putih telur
40 gr gula pasir
35 gr tepung terigu
20 gr tepung maizena
5 gr coklat bubuk
seujung baking powder
Bahan Ganache:
100 gr DCC, hancurkan
100 ml cream fresh (sahne)
20 gr butter (kondisi dingin dan dipotong²)
1 lembar gelatin , rendam di air
Olesan:
5-6 sdm Aprikot Konfitur
3 sdm munjung gula
100-150 ml air
Cara membuat:
1. Lelehkan butter hingga panas. Setelah itu tuang ke dlm DCC yg telah dihancurkan, aduk hingga rata atau hingga coklat tercampur. Atau bisa juga anda memanaskan dgn cara di-tim. Aduk hingga suhu agak turun, setelah itu masukkan kuning telur secara bertahap sambil dikocok. Kemudian diikuti dgn gula halus, aduk rata dan hingga adonan menjadi kental.
2. Campur tepung terigu, maizena, coklat bubuk serta baking powder, letakkan diayakan.
3. Kocok putih telur dan gula hingga mengembang tetapi tdk perlu terlalu kencang.
4. Masukkan kocokan putih telur kedalam adonan coklat setahap demi setahap sambil diselingi ayakan campuran tepung. Aduk secara perlahan dan rata.
5. Siapkan loyang yg sudah diolesi butter dan ditaburi tepung. Panggang didlm oven dgn suhu antara 160-170°c (tergantung oven anda) hingga matang. Biarkan kue dingin, baru kemudian dipotong dua secara horisontal.
Olesan:
1.Panaskan wajan. Tuang gula dan dimasak hingga menjadi karamel.
2. Tuang air, masukkan selai aprikot. Masak hingga gula mencair .
Ganache:
1. Panaskan cream fresh (sahne), angkat dari api, biarkan suhu agak turun sedikit. Kemudian masukkan DCC, aduk hingga rata. Setelah itu masukkan gelatin yg sdh direndam. Aduk terus hingga rata. Terakhir masukkan butter dingin, aduk rata. Adonan ganache harus agak kental tetapi jangan terlalu kental.
2. Siap utk dibanjur ke atas kue (yg sdh dibalur dgn selai aprikot).